DALAM ISTANA BULAN
Oleh : Habib Arham
gagang kesturi yang tersisa di kaca gerimis
kembalikan selembar ingatanku
saat bersama kita coretkan pengembaraan
setiap amsal maghrib kaburkan garis punggung kita
berhias langkah yang selalu terpijar
dialah
kekasihku yang terbang mengejar istana bulan
( dialah kekasihku
yang kian sempurna kantongi berjuta keheningan
hingga alangkah jauhnya menggapaimu kini )
begitu tiap kutahlilkan gurat keningmu
wajah mungil yang berlari berselimut senjakala
senantiasa di gerbang istana bulan
kau nampak kenakan baju petang
suaramu mesra menggelinding bagai butir – butir tahmid
mengajakku,
mari mengembara jauh
paras kesturi yang kulepas sendiri
di luas negeri malam
agaknya kembali hadiriku di surau ini
hingga terjaga aku berdoa :
tuhan,
pertemukan aku dengan kekasihku di istana bulan-mu
kebumen, 1996
================================
Blog lain : www.habibarham.blog.com
gagang kesturi yang tersisa di kaca gerimis
kembalikan selembar ingatanku
saat bersama kita coretkan pengembaraan
setiap amsal maghrib kaburkan garis punggung kita
berhias langkah yang selalu terpijar
dialah
kekasihku yang terbang mengejar istana bulan
( dialah kekasihku
yang kian sempurna kantongi berjuta keheningan
hingga alangkah jauhnya menggapaimu kini )
begitu tiap kutahlilkan gurat keningmu
wajah mungil yang berlari berselimut senjakala
senantiasa di gerbang istana bulan
kau nampak kenakan baju petang
suaramu mesra menggelinding bagai butir – butir tahmid
mengajakku,
mari mengembara jauh
paras kesturi yang kulepas sendiri
di luas negeri malam
agaknya kembali hadiriku di surau ini
hingga terjaga aku berdoa :
tuhan,
pertemukan aku dengan kekasihku di istana bulan-mu
kebumen, 1996
================================
Blog lain : www.habibarham.blog.com
0 komentar:
Posting Komentar